Posted by: agus16 on: Sabtu,Maret 1, 2008
Tìga minggu yang lalu saya mencoba menanam buncis. Dengan lahan yang tidak terlalu luas, Sekarang sudah setinggi rata-rata 30 cm, dan dapat dipanen pada kisaran 47-50 hari setelah tanam. Hanya sekitar dua belas rantai (1/2hektar). Namanya uji coba. Menghabiskan bibit 8,5 kg, @56000/Kg. Perkiraan semula mungkin cuma menghabiskan 1,5 jt. Ternyata perkiraan itu meleset jauh. Uang segitu cuma habis untuk membeli lanjaran/junjungan (tempat merambat) yang terbuat dari bambu. Wooo kaget…! belum lagi untuk pembelian pupuk yang kini naik tak terkendali.. padahal bersubsidi? 1 kwintal SP36. 260rb. 1,5 kw ZA 200 rb sekian.. Pestisida, biaya mengunduh..dll belum masuk daftar perhitungan… ha ha ha… Nampaknya dibutuhkan ahli akuntansi nih… Terkadang harga jual yang tidak menentu. Untuk saat ini masih bertahan pada kisaran Rp.3000 /Kg..harga yang cukup tinggi, tapi terkadang bisa anjlok hingga 500rupiah saja… nah, jika sampai pada harga tersebut, maka petani harus siap-siap gulung tikar.
Namun justru karna tidak adanya kesetabilan harga tersebut, menimbulkan tantangan tersendiri…! Butuh tantangan?