Posted by: agus16 on: Senin,Maret 10, 2008
Pagi ini sambil menikmati segelas kopi. Saya menyiapkan beberapa insektisida, fungisida dan beberapa pupuk pelengkap. Sempat terpikir takut juga, ngopi kok sambil menyiapkan racun? Tapi rasa takut tersebut hilang ketika ingat bahwa bergumul dengan racun seharian aja sering dijalani. Beginilah kehidupan sebagai petani , setiap hari bermusuhan dengan serangga, ulat , thrips. wuah bodo amat mau berurusan dengan greenpeace juga mungkin tetap dijalani demi tersambungnya hidup, dan kelangsungan generasi.
Maaf, wahai orang kota… terkadang kami harus melebihkan dosis pemakaian racun tersebut demi berhasilnya tanaman kami. Kol yang nampak mulus, sawi yang menggugah selera, cabai yang bagus, kentang super, yang kalian sukai adalah tak pernah luput dari racun. Bukan bermaksud meracuni kalian, kami tak mempunyai cara lain
ketika semut menyerang, ketika kutu rapat ambil barisan,
saat ulat menyerang.
Sebenarnya ini bukan rahasia lagi.
Saran saya, kurangi mengkonsumsi sayur kol, tahukah anda? kami menyemprot kol dengan interval 2 hari dengan racun yang berdosis tinggi. Kalau untuk jenis sayuran lain saya kira tidak terlalu lah… Ada yang nyaris tidak menggunakan pestisida.. LABU SIYAM . Sayuran ini meski murah namun bisa dikatakan benar benar bebas racun.